Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 05 Agustus 2013

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP KEBUDAYAAN NASIONAL INDONESIA

BAB II
PEMBAHASAN

A.   Konsep Globalisasi
1.    Pengertian Globalisasi
Globalisasi berasal dari kata global atau globe yang artinya dunia atau mendunia. Menurut Selo Soemardjan, globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Sementara itu, Albrow mengemukakan bahwa globalisasi adalah keseluruhan proses di mana manusia di bumi ini diinkorporasikan (dimasukkan) ke dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global.
Menurut Prijono Tjjiptoherijanto, konsep globalisasi pada dasarnya mengacu pada pengertian ketiadaan batas antar negara (stateless). Konsep ini merujuk pada pengertian bahwa suatu negara (state) tidak dapat membendung “sesuatu” yang terjadi di negara lain. Pengertian “sesuatu” tersebut dikaitkan dengan banyak hal seperti pola perilaku, tatanan kehidupan, dan sistem perdagangan.
Dari beberapa definisi tersebut dapat dikatakan bahwa globalisasi merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar, sehingga manusia seolah-olah hidup tanpa sekat.
Globalisasi bukanlah suatu proses yang baru. Globalisasi berawal sejak akhir abad ke 19 dan awal abad 20. Globalisasi berkembang pesat setelah terjadi revolusi besar-besaran, yaitu dengan berkembangnya alat komunikasi dan transportasi, berupa internet. Hal ini, menyebabkan terjadinya pembangunan di segala bidang berkembagn pesat.
Di Indonesia globalisasi secara fisik ditandai dengan berkembang pesatnya pembangunan nasional, berdirinya hotel-hotel dan mall-mall, sistem transportasi yang semakin banyak. Globalisasi juga melahirkan tenaga-tenaga ahli dan orang-orang berpendidikan di Indonesia, karena agar tidak tertinggal dengan perkembangan negara lain, negera Indonesia berusaha meningkatkan kualitas SDM nya melalui penyediaan layanan pendidikan, belum lagi banyaknya SDM Indonesia yang belajar di luar negeri dan telah kembali untuk memangun Indonesia. Hal ini tentunya berdampak pada kehidupan sosial masyarakat. Individu yang sudah siap menghadapi persaingan global, tentunya telah memiliki kualitas diri yang baik. Namun, bagi individu yang belum siap, hal ini akan menyebabkan ia akan tergilas dengan perkembangan zaman.

2.    Ciri-ciri Globalisasi
Terjdinya globalisasi tentunya ditandai dengan beberapa hal yang membuat globalisasi semakin pesat berkembang. Berikut ini merupakan ciri-ciri yang menyebabkan terjadinya globalisasi:
a.  Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, dan inflasi regional
b.  Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). Saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan
c. Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO)
d. Perubahan dalam Konstantin ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.

Dengan demikian, setiap manusia mempunyai peranan dalam mengambil bagaian terhadap perkembangan dunia. hal ini, terkadang membuat pemahaman dalam diri individu bahwa dunia adalah satu.
3.    Dampak Globalisasi
Perkembangan dunia yang begitu pesat membuat manusia seakan tanpa sekat, arus informasi dan komunikasi bergerak begitu pesat, sehingga memudahkan manusia untuk mendapatkan informasi. Tanpa disertai dengan filter yang baik, tentunya hal ini akan berdampak besar pada kehidupan individu itu sendiri dan juga di masyarakat. Berikut ini merupakan dampak dari globalisasi:
DAMPAK GLOBALISASI
Dampak Positif
Dampak Negatif
Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
Informasi yang tidak tersaring dengan baik dapat menyebabkan penyimpangan perilaku
Mudah melakukan komunikasi, karena sudah tersedianya berbagai alat komunikasi
Kurang peka terhadap lingkungan sekitar, karena terlalu sibuk dengan alat komunikasinya
Mobilitas tinggi
Cenderung terjadi ketimpangan sosial yang besar antara wilayah yang maju dan wilayah tertinggal
Mudah memenuhi kebutuhannya masing-masing
Terciptanya masyarakat yang konsumtif
Terjadinya peningkatan kualitas diri SDM karena individu harus memiliki kualitas diri yang baik dalam menghadapi persaingan global
Membuat individu malas berinovasi dan berkreasi, karena banyak hal yang mudah dikerjakan oleh kecanggihan teknologi
Menumbuhkan sikap toleransi
Terbentuknya sikap individualistik, karena kurangnya sikap kepekaan sosial
Menumbuhkan kesadaran demokrasi warga masyarakat
Mudah terpengaruh oleh hal asing yang bukan kepribadian bangsa

B.   Globalisasi Kebudaya
1.    Pengaruh Globalisasi terhadap Kebudayaan Nasional Indonesia
Globalisasi telah mempengaruhi semua aspek kehidupan dalam masyarakat, mulai dari aspek ekonomi, pendidikan, dan bahkan budaya. Kebudayaan sendiri dapat diartikan sebagai nilai-nilai (value) atau persepsi yang dianut oleh masyarakat mengenai suatu hal. Nilai dan perspektif berkaitan erat dengan kejiwaan/psikologis manusia yang disadarinya. Sedangkan, kejiwaan sendiri berkaitan dengan apa yang dipikirkan. Pemikiran ini muncul karena adanya pendidikan dari apa yang ia pelajari di lingkungan. Sedangkan lingkungan menyediakan berbagai hal yang baik maupun yang buruk dan semua itu, sebelum diambil haruslah melalui filter yang baik, karena tanpa filter akan terjadi adopsi nilai yang buruk dan pada akhirnya menghasilkan manusia yang berbudaya buruk pula. Ciri-ciri terjadinya globalisasi terhadap kebudayaan, yaitu: 
a.    Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional
b.    Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya
c.    Berkembangnya turisme dan pariwisata
d.    Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain
e.    Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain
f.  Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA. Sehingga, proses persebaran budaya semakin cepat
g.    Persaingan bebas dalam bidang ekonomi
h.    Meningkakan interaksi budaya antar negara melalui perkembangan media massa

Globalisasi berpengaruh besar terhadap kebudayaan Indonesia, khusunya dalam bidang pembangunan. Namun, globalisasi juga berdampak buruk pada bangsa Indonesia. Berikut ini merupakan pengaruh globalisasi terhadap kebudayaan Indonesia:
a.    Pengaruh globalisasi terhadap nilai nasionalisme di kalangan generasi muda
Persebaran arus informasi yang cepat, membuat siapa saja dapat mengakses berbagai informasi dengan mudah. Dampak positifnya adalah informasi dan komunikasi dapat dilakukan dengan mudah, sistem pembelajaran menjadi semakin mudah, kebutuhan manusia semakin mudah terpenuhi, dan berbagai hal dapat diinformasikan dengan mudah. Namun, kemudahan ini bila tidak diimbangi dengan filter yang baik dalam diri dapat menyebabkan terjadinya penyimpangan, salah satunya adalah penyimpangan perilaku budaya khususnya dikalangan generasi muda.
Penyimpangan yang umumnya ditampilkan oleh generasi muda adalah masalah perilaku sosial, seperti gaya hidup konsumtif, individualistik, gaya perilaku dan penampilan yang kebarat-baratan, kurangnya sopan santun dan etika, tutur kata yang tidak sopan, dan lebih lagi lupa akan budayanya sendiri, yaitu masyarakat yang berbudaya timur (budaya luhur sopan santun).
Perkembagan alat komunikasi menyebabkan berbagai hal dapat diakses dengan mudah dan murah. Namun, tanpa disertai dengan filter yang baik, hal ini sering disalah gunakan oleh remaja, seperti untuk membuka situs-situr porno melalui Hp atau perangkat lainnya, seperti komputer.
Dilihat dari tingkah lakunya, banyak pemuda Indonesia yang kini tidak memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitarnya, tidak memiliki sopan santun, tidak mau melestarikan budaya nasional Indonesia, dan  bahkan cenderung menginginkan kebebasan dan keterbukaan yang diluar batas, sehingga mereka bebas untuk berbuat sesuka hati. Wujud riilnya dapat terlihat dari banyaknya geng-geng motor di Indonesia yang sering membuat keonaran di masyarakat, banyaknya generasi muda yang terjerumus pada narkoba dan pergaulan bebas.
Hal ini menyebabkan rusaknya moral bangsa Indonesia. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Secara umum pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme, yaitu:
1)    Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Hal ini membuat bangsa Indonesia cenderung menerapkan asas liberalisme daripada asas Pancasila
2)    Dari aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, dan Pizza Hut) membanjiri Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme
3)  Masyarakat kita, khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dianggap sebagai kiblatnya
4)  Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi
5)    Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
b.    Pengaruh globalisasi terhadap kestabilan nasional di Indonesia
1)  Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Namun, dampak negatifnya adalah demokrasi sering disalah gunakan untuk menciptakan suatu kebebasan liberalis, seperti kebebasan seni berupa film yang mengandung unsur-unsur ponografi
2)  Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dampak negatifnya, masyarakat cenderung konsumtif, SDM Indonesia yang kurang kompeten akan tergilas oleh tenaga asing yang bekerja di Indonesia. Sehingga, pengangguran makin meningkat, dan hal ini juga menyebabkan tindak kejahatan makin meningkat pula
3)    Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa. Namun, masuknya budaya asing tanpa disertai filter yang kuat, menyebabkan moral bangsa menjadi hancur dan lunturnya rasa nasionalisme

2.    Cara mengantisipasi permasalahan globalisasi
Pada intinya secara umum permasalahan globalisasi memiliki dua sifat, yaitu unsur interrelasi yang sangat kuat dan keterjangkauan berskala global. Unsur interrelasi yang sangat kuat, artinya permasalahan globalisasi itu, sangat berpautan erat antara satu negara dengan negara lain. Meskipun masalah- masalah itu pada mulanya dijumpai hanya di satu atau beberapa negara akan tetapi lambat laun akan terjadi di seluruh negara di berbagai belahan bumi. Apalagi dengan kemajuan teknologi transportasi dan teknologi telekomunikasi dan informasi yang telah menyebabkan interaksi antar manusia baik secara nyata maupun maya semakin meningkat, maka penyebaran permasalahan globalisasi itu akan semakin cepat.
Keterjangkauan berskala global (global coverage), artinya permasalahan globalisasi itu, dapat menyebar ke seluruh dunia, dan memberikan dampak yang juga berskala dunia/global. Harus diakui bahwa kemajuan teknologi informasi, telekomunikasi, dan transportasi berperan besar untuk menyebarkan permasalahan globalisasi itu ke berbagai belahan bumi.
Dengan adanya dua sifat itu, maka dapat dikatakan bahwa gejala keterhubungan (interconnectedness) antara berbagai masalah globalisasi dengan hubungan antarbangsa telah semakin meningkat, dan hal itu sebenarnya adalah sebuah konsekuensi logis dari globalisasi yang memang pada akhirnya akan membawa manusia untuk menjadi semakin mudah dan semakin sering berinteraksi. Namun di pihak lain, sifat jangkauan global dan dampak masalah globalnya juga harus diwaspadai.
Dalam dunia yang semakin mengglobal, maka berbagai masalah yang diawali pada suatu lokasi di belahan bumi tertentu dapat memberikan dampaknya ke seluruh planet bumi dan bahkan bagi seluruh umat manusia. Oleh karena itu, maka budaya peradaban di era globalisasi sekarang ini harus diarahkan pada suatu asas komplementasi (complementary thinking) atau pola pikir untuk saling melengkapi.
Asas komplementasi itu pada hakekatnya sejalan dengan kompleksitas permasalahan di era global, yang menunjukkan semakin meningkatnya pertautan antara satu kepentingan dengan kepentingan lain yang, mau tidak mau, telah mendorong umat manusia untuk semakin saling bergantung atau interdependen satu sama lain. Asas komplementasi memiliki 3 fitur penting, yaitu Transparansi, Menyeluruh, Kesesuaian.
Pada dasarnya ada tiga prinsip penting yang harus dijadikan acuan dalam pengembangan asas komplementer, yaitu:
a.    Prinsip Keseimbangan (Equality)
Adalah bahwa masing-masing pihak yang terlibat dalam asas komplementer harus bersedia untuk berbagi kepentingan (interest) yang dimilikinya dengan kepentingan pihak lain.
b.    Prinsip jangka panjang (eternity)
Adalah bahwa asas komplementer untuk menghadapi tantangan peradaban yang berskala global itu, harus dilaksanakan dengan komitmen untuk terus menindaklanjutinya dalam skala jangka panjang.
c.    Prinsip pembelajaran-kolektif (collective learning)
Yang dimaksud dengan pembelajaran kolektif bukanlah memisahkan diri/ menghindari dari pengaruh asing (barat). Akan tetapi Prinsip pembelajaran-kolektif adalah adanya semangat dan mentalitas dari segenap bangsa untuk menjadikan kondisi saling melengkapi itu sebagai sebuah forum pembelajaran.

Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
a. Menumbuhkan semangat nasionalisme melalui penanaman dan pengamalan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya, misal semangat mencintai produk dalam negeri
b.   Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya
c.  Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar-benarnya dan seadil-adilnya
d. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa
e.    Menanamkan sejak dini rasa bangga dan penghargaan terhadap segala kebudayaan Indonesia
f.     Mendidik anak sedini mungkin dengan kebudayaan Indonesia, sehingga mereka dapat mencintai kebudayaan Indonesia
g.    Lebih memperketat lagi penyebaran arus informasi di kalangan generasi muda, seperti acara di TV maupun radio jangan sampai mengandung SARA atau unsur pornografi
h.    Lebih menguatkan pendidikan moral dan karakter di sekolah
i.      Berusaha meningkatkan kualitas diri SDM Indonesia melalui peningkatan pendidikan, ekonomi, pertahanan keamanan, dan keadilan. Hal ini bertujuan, agar kesadaran masyarakat mengenai perilakunya dan kebudayaannya semakin tampak



0 komentar:

Poskan Komentar

Pengikut