Jumat, 13 Juni 2014

PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Pendekatan Komunikatif
      1.   Definisi pendekatan komunikatif
Pendekatan komunikatif adalah sistem pembelajaran yang menekankan pada aspek komunikasi, interaksi, dan mengembangkan kompetensi kebahasaan, serta keterampilan berbahasa (menyimak, membaca, menulis, berbicara) sebagai tujuan pembelajaran bahasa dan mengakui bahwa ada kaitannya dengan kegiatan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan komunikatif di Indonesia muncul pada tahun 1980 karena adanya ketidakpuasan akan beberapa teori bahasa (tradisional, struktural, dan mentalistik) yang hanya menekankan pembelajaran bahasa pada teori saja, tanpa memperhatikan bagaimana cara penggunakan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

      2.      Ciri-ciri pendekatan Komunikatif
a.       Mengutamakan makna sebenarnya daripada tata gramatikalnya 
b.      Adanya kegiatan komunikasi fungsional dan interaksi sosial yang saling berkaitan  
c.       Pembelajaran berorientasi pada pemerolehan kompetensi komunikatif, bukan ketepatan gramatikal (pemahaman untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari)
d.      Pembelajaran diarahkan pada modifikasi dan peningkatan murid dalam menemukan kaidah bahasa lewat kegiatan berbahasa (learning by doing)
e.       Materi pembelajaran berangkat dari analisis kebutuhan berbahasa pembelajaran

    3.      Manfaat dan kekurangan pendekatan komunikatif
Manfaat pendekatan komunikatif
a.    Siswa termotivasi untuk mengembangkan keterampilan berbahasanya setelah mengetahui bahwa ada kaitannya dengan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari
b.    Siswa akan lebih mudah untuk berkomunikasi dan berinteraksi dalam kehidupan sosialnya
c.    Siswa tidak hanya memiliki pengetahuan tentang kebahasaan, tetapi juga memiliki kompetensi untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari



Kekurangan pendekatan komunikatif
a.       Guru harus kreatif menciptakan suasana belajar yang mampu membuat siswa untuk aktif dan interaktif. Bila guru tidak kreatif, maka pembelajaran akan tidak menarik
b.      Bila siswa tidak memiliki pengatahuan interaksi dan komunikasi yang cukup baik atau siswa cenderung pasif, maka siswa akan kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran

    4.      Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan komunikatif
a.       Tahap persiapan, guru perlu merumuskan tujuan pembelajaran dan menyiapkan berbagai strategi yang berhubungan dengan pokok bahasan yang diajarkan.
b.      Tahap pelaksanaan, guru menyajikan materi pelajaran dengan memanfaatkan pendekatan komunikatif, sehingga menarik perhatian siswa dalam proses belajar mengajar, sehingga pembelajaran berlangsung efektif dan efesien.
c.       Tahap evaluasi, guru mengadakan evaluasi materi pelajaran

   5.      Implementasi pendekatan komunikatif
a.       Konteks dan tema digunakan untuk mengembangkan perbendaharaan kata siswa. Tujuannya adalah agar pembelajaran bahasa berlangsung dalam suasana kebahasaan yang wajar, tidak disajikan dalam kalimat-kalimat yang sulit dimengerti siswa, misalnya penggambaran kegiatan di rumah, di dapur, di jalan, di desa, di sekolah, dan sebagainya.
b.      Bahasa sebagai alat komunikasi digunakan untuk bermacam-macam fungsi sesuai dengan apa yang ingin disampaikan oleh penutur, misalnya :
1)    Untuk menyatakan informasi faktual (melaporkan, menanyakan, mengoreksi, dan mengidentifikasi)
2)    Menyatakan sikap intelektual (menyatakan setuju atau tidak setuju, menyanggah, dan sebagainya)
3)    Menyatakan sikap emosional (senang, tidak senang, harapan, kepuasan, dan sebagainya)
4)    Menyatakan sikap moral (meminta maaf, menyatakan penyasalan, penghargaan, dan sebagainya)
5)    Menyatakan perintah (mengajak, mengundang, memperingatkan, dan sebagainya).
Pengajian fungsi itu sebaiknya disajikan di dalam konteks, tidak dalam bentuk kalimat-kalimat yang lepas.
c.       Pembelajaran menekankan pada pengembangan kompetensi bahasanya, bukan pada pengetahuan bahasanya saja, sehingga siswa dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang harus diperhatikan guru dalam merancang materi pengajaran yang mengacu pada pendekatan komunikatif menurut Brown, yaitu:
1)    Tujuan pembelajaran di dalam kelas difokuskan pada semua komponen dari kemampuan berkomunikasi
2)    Teknik dalam pembelajaran bahasa dirancang untuk melibatkan siswa dalam penggunaan bahasa yang pragmatis, autentik, fungsional dan bermakna
3)    Kelancaran dan ketepatan berbahasa yang dapat melandasi teknik-teknik komunikatif
4)    Siswa pada akhirnya harus menggunakan bahasa, baik secara produktif maupun reseptif.

   6.      Contoh pembelajran dengan pendekatan komunikatif
a.       Ketika Tanya jawab antara siswa dengan guru, maka akan terjadi interaksi dan pertukaran informasi
b.      Ketika siswa menggunakan keterampilan berbahasanya (menyimak, membaca, menulis, dan berbicara), maka secara langsung maupun tidak, telah terjadi pembelajaran dengan pendekatan komunikatif
c.       Simulasi dan bermain peran. Contoh :
1)      Siswa diminta membayangkan dirinya ada dalam situasi yang dapat terjadi di luar kelas. Ini dapat saja berupa kejadian yang sederhana, misalnya bertemu seorang teman di jalan, tetapi dapat pula kejadian yang bersifat kompleks, negosiasi di dalam bisnis. 
2)      Siswa diminta memilih peran tertentu dalam suatu situasi. Dalam beberapa kasus, mungkin mereka berlaku sebagai dirinya sendiri, tetapi dalam beberapa kasus-kasus lain mungkin mereka memperagakan sesuatu, di dalam simulasi
3)      Mereka diminta berbuat seperti kalau situasi ini benar-benar terjadi, sesuai dengan peran mereka masing-masing. Permainan peran tidak selalu dalam bentuk akting, tetapi dapat juga dalam bentuk debat, atau improvisasi.


Kamis, 12 Juni 2014

DOLANAN TRADISIONAL "CUBLEK-CUBLEK SUWENG"



DOLANAN CUBLEK-CUBLEK SUWENG

Persiapan:
1.       Pemain sebanyak 3-6 anak
2.       Satu buah biji-bijian/kerikil yang bisa digenggam.

Cara bermain:
1.      Menentukan siapa yang akan menjadi Pak Empo melalui gambreng atau suit
2.      Setelah ada yang berperan sebagai pak Empo, maka anak-nak yang lain (pemain lain) duduk melingkar. Sedangkan Pak Empo berbaring telungkup di tengah-tengah mereka. Masing-masing pemain menaruh telapak tangannya menghadap ke atas di punggung Pak Empo
3.      Salah seorang pemain mengambil kerikil atau benda (benda ini dianggap sebagai anting). Lalu mereka semua bersama-sama menyanyikan lagu Cublak-cublak Suweng sambil memutar kerikil dari telapak tangan yang satu ke yang lainnya
Lagu Cublak-cublak Suweng
Cublak-cublak suweng, suwenge teng gelenter,
mambu ketundhung gudel, pak empo lera-lere,
sopo ngguyu ndhelikake, Sir-sir pong dele kopong,
Sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong.
4.      Pada kalimat ”Sapa mau sing delekke” serahkan biji/ kerikil ke tangan seorang anak untuk disembunyikan dalam genggaman
5.      Di akhir lagu, semua anak menggenggam kedua tangan masing-masing, pura-pura menyembunyikan kerikil,  sambil menggerak-gerakkan tangan
6.      Pak Empo bangun dan menebak di tangan siapa biji/ kerikil disembunyikan. Bila tebakannya benar, anak yang menggenggam biji/ kerikil gantian menjadi Pak Empo. Bila salah, Pak Empo kembali ke posisi semula dan permainan diulang lagi.


Manfaat:

1.      Anak belajar menyanyi
2.      Mencocokkan ritme lagu dengan gerakan tangan
3.      Mengenal bahasa Jawa
4.      Melatih motorik halus
5.      Belajar mengikuti aturan
6.      Latihan kerja sama dan belajar menyimpan rahasia

CONTOH RESENSI CERPEN



RESENSI CERPEN

Judul Cerpen               : Janji Dewo
Penulis                         : Umi Kulsum
Jumlah Halaman          : 2 halaman
Tahun terbit                 : 2014
Penerbit                       : Majalah Bobo
Harga                          : Rp.12.000,-


Kejujuran merupakan hal sederhana yang sulit dilakukan oleh setiap orang. Kejujuran sering kali dipandang sebagai hal yang sepele, tetapi jarang dilakukan dan bahkan sulit sekali menemukan orang yang mampu berkata jujur. Lalu, bagaimanakah agar kejujuran itu dapat diterapkan? Bagaimanakah mengajarkan kejujuran sejak dini pada anak? Dan adakah cara sederhana untuk mengajarkan kejujuran pada anak? Hal-hal mengenai cara mengajarkan kejujuran akan disuguhkan dalam cerpen yang berjuduk Janji Dewo ini.
Dalam cerpen yang berjudul Janji Dewo tersebut, menceritakan tentang kisah Dewo yang merupakan pimpinan sebuah komplotan perampok yang berkat kejujurannya, maka ia berubah menjadi orang yang lebih baik dan mau meninggalkan pekerjaannya sebagai perampok.
Cerpen ini, menyuguhkan tentang bagaiman cara mengajarkan kejujuran kepada orang lain dan menunjukan bahwa melalui pembiasaan berbuat jujuran, maka akan melahirkan perilaku positif dan menghilangkan perilaku negative/buruk/
Cerpen ini juga tidak hanya menyuguhkan bahwa kejujuran dapat mencegah seseorang dari perbuatan tidak baik/tercela, tetapi juga mengajarkan akan kebijaksanaan dalam bertindak yang ditunjukan melalui sikap tokoh Tuan Guru Bahar yang dengan sabar menghadapi Dewo dan mau membantu Dewo agar dapat bertobat melalui cara pemberian tantangan pada Dewo.
Disamping itu, cerpen ini juga mengajarkan tentang kewajiban kita untuk menepati janji, bila telah berjanji, maka kita juga harus berani untuk menepati sebagaimana hal tersebut yang dilakukan oleh tokoh Dewo.
Kelebihan lain dari cerpen ini adalah bahasa yang digunakan sederhana, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak. Cerita yang disajikan juga tidak terlalu panjang, sehingga anak-anak tidak akan bosan membacanya.
Namun, kekurangan dalam cerpen ini, penulis kurang membangun konflik cerita dan di akhir cerita pesan moral yang akan disampaikan kepada pembaca kurang dipertegas oleh penulis, sehingga akhir cerita terksan terlalu cepat/kurang berkesan. Dalam cerpen ini, penulis juga tidak memaparkan bahwa menjadi perampok itu merupakan pekerjaan yang buruk dan akan memiliki dampak yang buruk karena pada akhir cerita penulis tidak menyampaikan/menceritakan akibat dampak buruknya sebagai seorang perampok dan justru malah menyebutkan bahwa Dewo yang merupakan seorang perampok adalah orang yang kaya raya.
Selain itu, kekurangan dalam cerpen ini adalah penulis kurang mempertegas bahwa perbuatan jujur memiliki dampak yang sangat baik dan merupakan hal yang harus dilakukan oleh semua orang, dimana pun dan kapan pun.
Jadi, dari cerita dalam cerpen tersebut, menurut saya, sajian cerita dalam cerpen ini sangat menarik, dimana cerpen ini akan mengajarkan  kepada anak-anak akan pentingnya sebuah kejujuran yang mampu membawa perilaku positif dalam kehidupan kita. Cerpen ini juga bagus dan cocok dijadikan sebagai bahan bacaan untuk anak-anak atau siswa SD karena bahasa yang digunakan sederhana, dan bahan ceritanya juga tidak terlalu panjang.

Pengikut